KISAH dongeng SC Freiburg di panggung Liga Europa musim ini harus berakhir antiklimaks. Berambisi mencetak sejarah besar pada final kompetisi mayor kedua sepanjang sejarah klub, tim asuhan Julian Schuster justru harus mengakui keunggulan Aston Villa dengan skor telak 0-3 di Istanbul, Turkiye.
Sebelum laga dimulai, optimisme membubung tinggi di kemah Freiburg. Sang kapten, Christian Günter, sempat mengungkapkan antusiasmenya.
“Kami jelas sangat bersemangat. Rasanya ingin segera masuk ke lapangan dan bertanding sekarang juga. Hari Rabu besok akan menjadi hari yang sangat spesial bagi kami dan klub,” ujar Günter sebelum laga.
Namun, Aston Villa yang dipimpin manajer berpengalaman, Unai Emery, tampil terlalu tangguh. Di hadapan 11.000 suporter Freiburg yang memadati stadion, klub asal Inggris tersebut berhasil menghukum kelengahan lini pertahanan Freiburg lewat skema situasi bola mati (set piece) pada babak pertama.
Dua gol kilat Aston Villa sebelum turun minum, disusul gol ketiga pada babak kedua, menjadi pukulan telak yang menyudahi perlawanan klub Bundesliga tersebut.
Menanggapi hasil minor ini, pelatih Freiburg, Julian Schuster, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Ia menyoroti kegagalan anak asuhnya dalam mengantisipasi bola mati.
“Untuk saat ini, saya tidak merasakan kepuasan. Kami kalah di final. Hal itu tentu menjadi yang paling utama dan sangat menyakitkan. Jika Anda membiarkan permainan lepas dari kendali melalui situasi bola mati, itu sangat berat,” kata Schuster usai pertandingan.
Meski demikian, Schuster tetap mengapresiasi daya juang pasukannya yang menolak menyerah hingga peluit panjang berbunyi.
Kapten Freiburg, Vincenzo Grifo, juga berlapang dada mengakui keunggulan lawan yang tampil lebih matang dan berpengalaman di kompetisi Eropa.
“Tentu saja tidak ada perasaan bahagia yang dominan. Kami harus mengakui bahwa Aston Villa adalah tim yang lebih baik. Kami sayangnya tidak berhasil membuat Aston Villa terkesan. Mereka sangat cerdik dan berpengalaman dalam apa yang mereka lakukan,” aku Grifo.
Kendati gagal membawa pulang trofi, pencapaian Freiburg musim ini tetap mengundang decak kagum. Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthäus, menilai klub berjuluk Breisgau-Brasilianer tersebut tetap harus bangga dengan perjalanan luar biasa yang sudah mereka lalui.
Freiburg kini harus segera mengalihkan fokus. Walau tiket Liga Champions melayang, mereka telah memastikan diri kembali berkompetisi di panggung Eropa musim depan melalui jalur UEFA Conference League. (AFP/Z-2)