KESADARAN akan pentingnya menjaga kelestarian alam terus disuarakan oleh generasi muda di Provinsi Jambi. Komunitas Muda Alam Tebo (Kommando), sebuah wadah aktivis peduli lingkungan, menggelar rangkaian kegiatan edukasi bertajuk “Jaga Alam Jaga Masa Depan” yang dipusatkan di kawasan Ekowisata Rivera Park, Kabupaten Tebo, pada Sabtu (30/5) hingga Minggu (31/5).
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan pengelola Rivera Park ini melibatkan puluhan pelajar dari Gerakan Pramuka SMA Negeri 2 Kabupaten Tebo. Tidak hanya sekadar berkemah, para peserta diajak mendalami isu lingkungan melalui seminar, penanaman pohon, hingga penaburan benih ikan sungai.
Gugatan Kaum Muda atas Hak Lingkungan Sehat
Ketua KOMMANDO, Pauzan Pitra, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk ekspresi keprihatinan atas kondisi alam yang kian terabaikan, baik di tingkat nasional maupun lokal di Jambi. Menurutnya, kaum muda memiliki hak konstitusional atas udara bersih dan sungai yang sehat sebagai ruang belajar dan hidup.
“Lingkungan yang baik dan sehat adalah sumber kehidupan. Jika alam yang kami dapati sudah rusak, kami berhak menyuarakan dan menggugat pemulihannya. Kami tidak ingin mewariskan kerusakan ini pada generasi berikutnya,” tegas Pauzan.
Senada dengan hal tersebut, Qurrota A’yun Nurramadhani, mahasiswi Teknik Sipil Universitas Indonesia (UI) yang hadir sebagai pemateri, mengingatkan bahwa bencana ekologi adalah momok nyata bagi masa depan. Alumni SMA Negeri 2 Tebo yang pernah mewakili Indonesia di pertemuan iklim PBB di Azerbaijan ini menekankan pentingnya menjaga apa yang masih tersisa.
Transformasi Rivera Park: Dari Bekas PETI Menuju Ekosistem Pulih
Pemilihan Rivera Park sebagai lokasi kegiatan memiliki makna simbolis yang kuat. Akademisi sekaligus peneliti ikan air tawar dari Universitas Jambi, Tedjo Soekmono, mengungkapkan bahwa kawasan ini merupakan bukti nyata keberhasilan pemulihan lingkungan. Dahulu, area ini rusak parah akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Berdasarkan data riset yang dipaparkan, ekosistem sungai di kawasan ini menunjukkan tren positif yang signifikan. Berikut adalah indikator pemulihan kualitas air di kawasan Rivera Park:
| Parameter Lingkungan | Hasil Pengukuran |
|---|---|
| Tingkat Kecerahan Air | 45 cm |
| Kandungan Oksigen (DO) | 4,1 |
| Tingkat Keasaman (pH) | 6,3 (Mendekati Netral) |
| Suhu Rata-rata | 23,3 Derajat Celcius |
Selain parameter fisik, pulihnya alam ditandai dengan kembalinya spesies ikan langka yang sebelumnya menghilang. Tedjo mencatat keberadaan ikan Aji-aji (Seriola), Julung-julung (Hemiramph idea), Seluang (Rasbora), dan Keperas (Cyclocheili chthys apogon) yang kini mulai menghuni kembali anak-anak sungai di sekitar lokasi.
Dukungan Keberlanjutan
Manager Rivera Park, Pramono, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif anak muda dalam menjaga lingkungan. Hal ini disambut baik oleh Pembina Pramuka SMA Negeri 2 Tebo, Ari Pramono, yang menilai kolaborasi ini memberikan warna baru bagi aktivitas kepramukaan.
“Kegiatan ini menumbuhkan pikiran kritis dan kreativitas siswa. Ke depan, agenda edukatif seperti ini akan kami perluas dalam aktivitas kemah bakti pramuka,” pungkas Ari. (Z-1)