KETEGANGAN di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada misi diplomatik Amerika Serikat. Pada Senin waktu setempat, Kedutaan Besar AS di Yordania mengevakuasi seluruh personelnya untuk sementara waktu, sementara kantor diplomatik mereka di Kuwait dilaporkan terkena serangan udara.
Evakuasi di Yordania
Pihak Kedutaan Besar AS di Amman, Yordania, menyatakan langkah evakuasi personel dilakukan “sebagai bentuk kewaspadaan yang tinggi” menyusul adanya ancaman yang tidak disebutkan secara spesifik. Kedutaan ini merupakan salah satu kompleks diplomatik terbesar di dunia yang terletak di kawasan elite ibu kota.
Dalam video yang beredar luas di grup-grup WhatsApp warga Yordania, terdengar peringatan keamanan yang disiarkan melalui pengeras suara kedutaan dalam bahasa Arab dan Inggris.
“Merunduk dan cari perlindungan serta menjauhlah dari jendela. Berlindunglah dan tunggu instruksi lebih lanjut,” bunyi pesan peringatan tersebut.
Serangan di Kuwait
Situasi lebih genting terjadi di Kuwait. Sumber yang akrab dengan masalah ini mengungkapkan kepada CNN, Kedutaan Besar AS di Kuwait terkena serangan pada hari Minggu dan Senin, di tengah bombardir Iran ke negara tersebut.
Meski kepulan asap terlihat membubung di dekat area kedutaan pada hari Senin, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban luka. Pejabat AS belum memberikan konfirmasi resmi mengenai tingkat kerusakan bangunan, namun mengakui adanya ancaman yang terus berlanjut.
Dalam peringatan keamanan yang dirilis Senin, pihak kedutaan di Kuwait memberikan instruksi tegas kepada warganya.
“Ada ancaman serangan rudal dan UAV (pesawat tak berawak) yang terus berlanjut di atas Kuwait. Jangan datang ke Kedutaan. Berlindunglah di kediaman Anda di lantai terendah yang tersedia dan menjauhlah dari jendela. Jangan pergi ke luar,” tulis peringatan tersebut, seraya menambahkan bahwa personel kedutaan saat ini sedang melakukan prosedur sheltering in place (berlindung di lokasi).
Layanan Diplomatik Dihentikan
Menanggapi ketegangan regional yang sedang berlangsung, Kedutaan Besar AS di Kuwait telah membatalkan seluruh janji temu untuk visa AS dan Layanan Warga Negara Amerika hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kondisi keamanan di kedua negara tersebut kini dalam pengawasan ketat, seiring dengan meningkatnya aktivitas militer dan serangan udara yang melibatkan kekuatan regional di wilayah Teluk dan sekitarnya. (CNN/Z-2)