KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menetapkan jumlah pemilih dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Semester I Tahun 2026 sebanyak 214.357.667 orang. Dari total tersebut, komposisi pemilih masih didominasi oleh generasi milenial yang mencapai 32,13 persen dari keseluruhan daftar pemilih.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan pemutakhiran data pemilih merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 yang harus dilakukan secara berkelanjutan di luar tahapan pemilu.
“Enam bulan lagi kita akan bertemu lagi di forum ini. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan menjadi tugas kami. Di antara agenda non-tahapan pemilu yang harus dilakukan adalah pemutakhiran bakal pemilih,” kata Afifuddin usai rapat pleno terbuka penetapan PDPB Semester I Tahun 2026, Senin di Kantor KPU RI, Jakarta, Senin (20/7).
Afifuddin juga memastikan KPU akan segera menindaklanjuti berbagai catatan yang disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), termasuk temuan di sejumlah daerah.
“Yang tadi disampaikan akan kami cek ke beberapa titik. Rekapitulasi nasional memang tidak ada catatan, tetapi teman-teman Bawaslu menyampaikan sejumlah temuan di tingkat kabupaten dan provinsi. Itu akan segera kami jawab dan kami konfirmasi, termasuk apakah memang ada daerah yang belum menyampaikan data,” katanya.
Ia menilai koordinasi antara KPU dan Bawaslu dalam proses pemutakhiran data pemilih kini semakin baik sehingga mampu meminimalkan perbedaan data.
“Kalau secara periodik kita lihat, perkembangan tegangannya semakin tipis. Teman-teman semakin koordinatif, semakin bisa berkomunikasi dengan baik, dan itu kabar baik bagi kita untuk memastikan seluruh data semakin akurat. Ini menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029,” tukasnya.
Sementara itu, Anggota KPU RI Betty Epsilon Idroos menjelaskan, jumlah pemilih tersebut terdiri atas 212.409.069 pemilih di dalam negeri dan 1.948.598 pemilih di luar negeri yang tersebar di 131 perwakilan Indonesia.
“Total pemilih nasional, dalam negeri dan luar negeri, sebanyak 214.357.667 orang. Terdiri atas pemilih laki-laki 49,85 persen dan perempuan 50,15 persen. Jika dibandingkan dengan PDPB Semester II Tahun 2025, terjadi peningkatan sebesar 1,12 persen,” kata Betty.
Betty mengatakan, berdasarkan kelompok generasi, pemilih terbanyak berasal dari generasi milenial sebesar 32,13 persen. Posisi berikutnya ditempati Generasi X sebanyak 27,13 persen, Generasi Z sebesar 24,56 persen, Baby Boomer 14,29 persen, dan Pre-Boomer sebanyak 1,89 persen.
“Jika dilihat berdasarkan total pemilih nasional, baik dalam maupun luar negeri, yang paling banyak adalah generasi milenial sebesar 32,13 persen,” ujarnya.
KPU juga mencatat pemilih penyandang disabilitas mencapai sekitar 0,45 persen dari total daftar pemilih. Dari jumlah tersebut, kategori disabilitas fisik menjadi yang terbesar dengan proporsi sekitar 38,1 persen.
Sementara itu, Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni sekitar 37,7 juta pemilih, disusul Jawa Timur 32,5 juta, Jawa Tengah 29,3 juta, Sumatera Utara 11,3 juta, dan Banten sekitar 9,3 juta.
Di sisi lain, provinsi dengan jumlah pemilih paling sedikit adalah Papua Selatan sekitar 387 ribu pemilih, Papua Barat sekitar 394 ribu, Papua Barat Daya sekitar 453 ribu, Kalimantan Utara sekitar 546 ribu, dan Papua sekitar 797 ribu pemilih. (P-4)