Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kapten Tendean segera dipercepat setelah rusak ditabrak truk. Untuk jangka pendek, Pramono meminta Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar penyeberangan sementara dapat menggunakan zebra cross.
“Saya sudah meminta Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar sementara bisa menggunakan zebra cross. Karena kalau membangun JPO baru tentu membutuhkan waktu,” ujarnya dikutip Sabtu (18/7).
Di saat bersamaan, Pemprov DKI menyiapkan pembangunan JPO baru melalui berbagai skema pendanaan, mulai dari APBD, creative financing, CSR hingga naming rights.
“Minggu depan kami rapatkan dan segera diputuskan. Ini tidak bisa ditunda karena JPO tersebut sangat strategis,” tegasnya.
Pramono juga meminta penindakan tegas terhadap pengemudi truk yang lalai hingga merusak fasilitas umum.
“Saya sudah meminta Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Korlantas. Siapa pun yang melakukan pelanggaran harus ditindak sekeras-kerasnya. Kalau perlu izinnya dicabut. Kalau perusahaan terus membiarkan sopir yang tidak tertib, perusahaan juga harus mendapat teguran. Jakarta tidak boleh terganggu oleh kejadian seperti ini,” tandasnya. (E-3)