GRUP musik pop legendaris Indonesia, Project Pop, bersiap merayakan tiga dekade perjalanan karier mereka di industri musik Indonesia. Momentum bersejarah ini akan ditandai lewat gelaran konser akbar bertajuk “Forever Young – Forever Fun” yang dipromotori oleh Northstar Entertainment.
Konser nostalgia ini dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 8 Agustus 2026 mendatang. Konser tersebut tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga dirancang sebagai perayaan lintas generasi yang menghadirkan nostalgia, humor, dan energi positif khas Project Pop. Konsep panggung akan memadukan musik, multimedia, koreografi, serta visual penuh warna yang menjadi identitas grup beranggotakan Yosi, Odie, Tika, Udjo, dan Gugum itu.
Perwakilan Northstar Entertainment, Chairi Ibrahim, mengatakan konser ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang Project Pop sebagai salah satu ikon budaya populer Indonesia.
“Project Pop bukan sekadar grup musik; mereka adalah warisan budaya populer Indonesia yang berhasil mempertahankan relevansi selama 30 tahun. Karakter komedi cerdas yang dibalut aransemen musik multi-genre menjadi kekuatan utama mereka,” ujar Chairi.
Menurutnya, konser “Forever Young – Forever Fun” akan menjadi pesta nostalgia untuk merayakan perjalanan Project Pop bersama para penggemarnya.
Bagi Project Pop, keberhasilan bertahan selama tiga dekade tidak lepas dari hubungan antarpersonel yang sudah seperti keluarga. Tika mengatakan, perbedaan pendapat memang pernah terjadi, tetapi hampir seluruhnya berkaitan dengan proses kreatif.
“Kalau memang ada berantemnya, itu hubungannya dengan kerjaan, seperti berbeda pendapat tentang ide lagu, rekaman, konsep panggung, atau pemilihan lagu. Di luar itu tidak ada,” kata Tika.
Ia menyebut, kehilangan salah satu personel, Oon, yang meninggal dunia pada 2017 menjadi salah satu momen paling berat dalam perjalanan Project Pop.
“Kalau kita bilang ini bukan band, tapi keluarga, jadi sudah tidak ada yang sulit. Kehilangan kamu adalah bagian tersulit juga dalam perjalanan 30 tahun kita,” ujarnya.
Sejak terbentuk pada 1996, Project Pop telah menghasilkan sedikitnya 10 album dan lebih dari 80 lagu. Sejumlah karya mereka menjadi bagian dari memori kolektif musik populer Indonesia.
Untuk konser 30 tahun ini, Project Pop juga melakukan persiapan khusus dengan memperbarui aransemen sejumlah lagu lama. Gugum mengatakan, mereka menjalani sesi latihan intensif agar lagu-lagu populer Project Pop dapat dibawakan dengan nuansa baru tanpa kehilangan karakter aslinya.
“Setlist sudah kami siapkan khusus. Akan ada aransemen baru, medley yang dinamis, dan koreografi khusus yang menantang buat kami maupun Popop yang hadir untuk bergoyang bareng,” ujar Gugum.
Selain membawakan lagu-lagu populer, Project Pop juga akan menghadirkan sejumlah karya yang jarang dibawakan di panggung. Mereka ingin menjadikan konser ini sebagai rangkuman perjalanan kreatif selama 30 tahun.
Tema “Forever Young – Forever Fun” dipilih karena dianggap mewakili semangat Project Pop yang selalu membawa keceriaan. Menurut Yosi, menjadi muda bukan hanya soal usia, tetapi tentang menjaga energi untuk terus berkarya dan menghibur.
“Ketika orang ingin melihat Project Pop, harapannya bukan melihat kita menyanyikan lagu mellow. Dari awal 30 tahun lalu, kita dikenal dengan lagu-lagu yang riang, lucu, absurd, dan menyenangkan,” katanya.
Konser ini juga akan menghadirkan sejumlah kolaborator spesial, yakni P Project, NPD (New Pusat Dunia), dan Inul Daratista. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Project Pop yang sejak awal dikenal berani mengeksplorasi berbagai genre musik.
Bagi Project Pop, konser 30 tahun ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus reuni bersama para penggemar yang mereka sebut Popop.
“Tiga puluh tahun bersama adalah sebuah anugerah tak ternilai. Konser ini kami definisikan sebagai perayaan syukur dan reuni keluarga besar bersama Popop yang tumbuh bersama lagu-lagu kami,” ujar Yosi.
Melalui konser Project Pop 30 Tahun: “Forever Young – Forever Fun”, Project Pop ingin membuktikan bahwa kreativitas, humor, dan semangat berkarya dapat terus bertahan melampaui zaman.
(P-4)